Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak bisa dikesampingkan dari persaingan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang saat ini didominasi Ridwan Kamil dari Partai Golkar dan Dedi Mulyadi dari Gerindra.
Pasalnya, di Jawa Barat PKS masuk tiga besar perolehan suara dan kursi DPRD terbanyak bersama Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Pemilih PKS juga dikenal militan dan juga pernah punya sejarah memenangi Pilgub Jabar dua kali saat kadernya, Ahmad Heryawan mencalonkan diri.
Koalisi PKS dan PKB Berlanjut di Jawa Barat Sehingga, PKS dipastikan akan menentukan persaingan politik di Pilgub Jabar dan mendorong kadernya untuk ikut berkontestasi.
Memang, untuk Pilkada Jawa Barat 2024 berbeda dengan pencalonan Ahmad Heryawan untuk periode pertakamanya, karena saat ini ada dua ‘raksasa’ yang memiliki popularitas dan elektabilitas teratas berdasarkan hasil survei.
Pertama adalah Ridwan Kamil yang sudah hampir pasti bakal diusung Partai Golkar untuk kembali masuk gelanggang Pilgub Jabar.
3 Tokoh Ini Paling Berpeluang Diusung Popularitas Ridwan Kamil terlampau tinggi, sebab saat menjadi gubernur Jawa Barat dianggap berhasil dan berprestasi dalam beberapa hal.
Nama yang kedua adalah Dedi Mulyadi, mantan bupati purwakarta dua periode dan anggota DPR RI yang di periode keduanya meraup suara tertinggi di Jawa Barat mengalahkan istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya.
Nama Dedi Mulyadi sangat dikenal lantaran sering blusukan ke desa-desa, tak hanya menemui warga tapi juga membuat acara hiburan di berbagai pelosok.
Pertanyaannya, apakah PKS akan mendorong kadernya untuk bersaing dengan dua tokoh tersebut sebagai calon gubernur atau hanya menargetkan posisi wakil gubernur.
Bila mengacu pada Pilgub 2018, PKS menyodorkan kadernya secagai calon wakil gubernur berkoalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.
Saat itu perolehan suara Sudrajat-Syaikhu mencapai 28,74 persen, hanya terpaut 4 persen dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang meraup 32,88 persen